Dua Remaja Asal Aceh Dihajar Oknum Prajurit TNI hingga Babak Belur

detik com

detik com Dua orang remaja, AR (16) dan RP (18), babak belur setelah dianiaya sejumlah orang yang diduga oknum prajurit TNI dari Batalyon Artileri Medan (Armed) 02/105 GS di seputaran markas mereka di Jalan Biru-Biru, Pasar VI, Delitua, Deliserdang, Sumatera Utara.

Kejadian penganiayaan itu berawal saat korban keduanya melintas di depan markas Yon Armed pada Rabu 14 Juni 2017 sekitar pukul 23.30 WIB kemarin. Kedua pemuda yang tinggal di Aceh dan tengah berlibur di Medan itu berada di lokasi tersebut karena disuruh orangtua mereka membeli bahan pembuat kue.

Kami mau balik ke rumah. Sewaktu di depan pos penjagaan itu ada dua TNI, kami dari jauh sudah melihat , makanya kami pelan-pelan naik sepeda motor, tiba-tiba ada oknum yang melempar kami. Kami berhenti mereka langsung memukuli kami,” kata RP saat berada di warkop Jurnalis Medan, Kamis (15/6/2017).

RP sama sekali tak mengetahui apa sebab dia dan adiknya sampai dipukuli. Bahkan ada seorang oknum TNI yang sempat mengacungkan sangkur ke arah mereka. Beruntung RP berhasil mengelak dan sangkur itu mengenai tangki sepeda motor mereka.

“Waktu dipukuli memang ada satu tentara yang membela. Dia bilang ke kami supaya lari. Tapi kawan-kawannya yang lain terus memukuli kami dengan batang kayu. Saya sempat meronta, tapi mereka enggak peduli,” kata RP.

detik com RP pun akhirnya berhasil melarikan diri dan meninggalkan sepeda motornya. Dia terpisah dengan AR yang ditangkap dan diseret para oknum personel TNI itu ke markas mereka.

“Saya sempat pingsan karena berulang kali diterjang sepatu prajurit. Di dalam sel pun saya dipukul lagi,”sebut AR.

Keluarga RP, Jumono, yang juga mantan prajurit Yon Armed, sempat mencari keberadaan AR di Markas Yon Armed. Dia bahkan sempat berdebat dengan prajurit yang terkesan menyembunyikan anak mereka.

“Saat saya disana, kami mendengar Aria berteriak. Disitulah dia kami selamatkan. Awalnya mereka menyembunyikan AR,”sebut Jumono

Kasus kekerasan ini juga sudah dilaporkan ke Detasemen Polisi Militer dan menunggu proses di institusi penegak hukum dan disiplin TNI.

Sementara itu Kepala Penerangan Daerah Militer Kodam I/BB Kolonel Edy Hartono mengatakan bahwa kedua remaja itu menggeber sepeda motornya saat melintas di depan pos jaga secara berulang-ulang. Ketika didekati, ternyata keduanya membawa kayu balok.

“Mereka melarikan diri. Salah satunya masuk ke rumah warga sehingga pemilik rumah ketakutan dan melaporkan pada anggota. Selanjutnya anggota dengan pemilik rumah mencari yang bersangkutan. Satu orang berhasil melarikan diri,” kata Edy Hartono. detik com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *