Evolusi Dramatis ‘Cerezo Osaka Baru’ Pada Laga Debut J1 Kontra Jubilo Iwata

Meski tidak memuaskan 100 persen, tetapi Cerezo telah menunjukkan ‘perbedaan’ dari musim lalu.

OLEH TEGAR PARAMARTHA Ikuti di twitter

Cerezo Osaka kembali ke J1 setelah tiga tahun sejak degradasi pada 2014. Pada musim ini, mereka memiliki Hiroshi Kiyotake yang menghabiskan empat setengah tahun di sepakbola Eropa, di Jerman dan Spanyol, dan mereka mampu memulai tantangan baru dengan tim solid. Untuk menggapai targer manajer Yoon Jung-Hwan ‘Menembus sepuluh besar, mereka ingin memenangkan laga debut melawan Jubilo Iwata sebagai langkah awal.

Bagaimanapun juga, sayangnya pemain utama Kiyotake belum pulih dari cedera lama pada paha kanan dan tidak akan bisa tampil. Karena itu, mereka harus memainkan penyerang yang mirip seperti musim lalu ketika berada di J2.

“Dari awal pertandingan, lawan tidak menyerang seperti yang kami perkirakan jadi lini belakang kami sedikit bingung,’ ujar Kakitani. Jubilo bermain sangat hati-hati di pertandingan ini. Cereze bisa lebih agresif dan mengambil keuntungan, tetapi akan sangat berisiko karena ini adalah pertandingan perdana setelah promosi. Babak pertama kedua tim tampak lebih fokus ‘mengetes kedalaman air’.

BERITA CEREZO -Hiroshi Kiyotake, Samurai Pink Yang Terlupakan

Bagaimanapun juga, tepat sebelum turun minum, Kenyu Sugimoto bereaksi pada umpan silang dari Riku Matsuda di sisi kanan. Bola mengenai bek Iwata, Shun Morishita, dan menerapa tiang kanan gawang. Itu peluang bagus dan momen bagi strategi Yoon memposisikan penyerang tinggi di depan terbukti ampuh, seperti yang dikatakan sebelumnya, “Sugimoto harus ditempatkan di depan.”

Peluang emas terbesar di babak kedua tiba pada menit ke-78. Kunimitsu Sekiguchi menerima umpan dari Hotaru Yamaguchi di sisi kiri, dan memberi bola kepada Yoichiro Kakitani melalui Sugimoto. Pemain andalan dengan nomor punggung 8 itu melepas tembakan keras. Itu adalah kesempatan yang biasa didapat Cereze melalui koordinasi apik antara dua pemain depan yang bekerja sama dengan sabar.

“Saya pikir, kami berdua, harus memimpin tim, dan untuk melakukannya, saya akan memanfaatkan dia dan dia akan memanfaatkan saya. Saya sangat memahami dia, dan ada beberapa permainan yang hanya kami yang bisa melakukan,” ujar Kakitani dengan percaya diri mengenai hubungan spesialnya dengan penyerang lain, Yamaguchi, yang datang dari satu akademi , dan ketika mereka bermain, seperti yang dikatakan, seharusnya itu meningkatkan serangan tim.

BERITA CEREZO -Hiroshi Kiyotake Takumi Minamino, Terinspirasi Kebangkitan Cerezo Osaka

Pada akhirnya, dengan absennya Kiyotake, Cerezo gagal mencetak gol dan menjadi hasil imbang tanpa gol. Sedikit lebih pada anti-klimaks karena Cerezo tidak bisa menunjukkan permainan menyerang seperti biasanya, bagaimanapun juga, ini laga yang cukup memuaskan karena mereka bisa mempertahankan pertahanan solid selama 90 menit.

“Saya gembira tidak kehilangan poin karena saya bekerja keras untuk latihan pertahanan sepanjang pemusatan latihan. Kami bisa kalah dari tim bertahan sebelumnya, tetapi saya pikir kami bermain solid selama 90 menit hari ini,” ujar pemain nomor 10 baru, Hotaru Dynamo Yamaguchi dengan sedikit kepuasan.

Untuk bermain konsisten di J1, salah satu elemen penting adalah pertahanan solid. Sama di mana saja, tim yang kehilangan angka lebih sedikit akan bertahan di papan atas liga, tidak hanya di J-League tetapi juga di Bundesliga Jerman dan Liga Primer Inggris. Sebelumnya, Cerezo akan dengan mudah tumbang saat mereka mulai kalah, tetapi mereka tidak bisa seperti itu lagi untuk bisa menjadi pemenang secara reguler. Yoon Jung-Hwan menghadapi masalah secara langsung dan mendapat hasil pada laga debut. Akan ada ekspektasi lebih besar pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

qhddwhy.com Agen Prediksi Bola SBOBET,Bursa Taruhan dan Pasaran Taruhan Bola jitu akurat terbaik dan Agen Bola terpercaya Sumber: Goal.com