Berkeringat Saat Tidur Malam Hari? Ini Penyebabnya

Jakarta — Berkeringat mungkin sangat wajar terjadi saat Anda sedang berolahraga atau di tengah terik matahari. Namun, pernahkah Anda merasakan keringat keluar di malam hari saat Anda tidur? Sebenarnya, berkeringat di malam hari tidak jarang terjadi. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Annals of Family Medicine, sekitar 1/3 dari pasien dengan perawatan primer dilaporkan berkeringat di malam hari selama sebulan terakhir. Namun, tidak ada yang tahu persis bagaimana kondisi umum ini bisa terjadi karena banyak penderita keringat di malam hari tidak pernah melaporkan gejala-gejala pada dokter. Dalam tinjauan literatur yang dipublikasikan dalam Journal of the American Board of Family Medicine, Dr. Mold mengungkapkan ada beberapa faktor yang kemungkinan meningkatkan keringat di malam hari, termasuk serangan panik, gangguan tidur, demam, mati rasa di tangan dan kaki, kecemasan dan stres serta kesulitan bernapas di malam hari. Keringat di malam hari juga bisa terjadi akibat efek samping obat-obatan termasuk selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI) yang sering diresepkan untuk depresi. Menurut Dr. Mold, meskipun penyebabnya tidak terbukti dengan pasti, namun tetap ada kemungkinan bahwa SSRI adalah penyebab keringat di malam hari. Tetapi, keringat di malam hari bisa menunjukkan masalah yang serius. Ulasan dari Dr. Mold tersebut menunjukkan bahwa mereka dapat menjadi gejala dari penyakit autoimun, gangguan jantung, gangguan endokrin, penyakit pencernaan atau asam lambung, HIV, tBC, sleep apnea, gangguan panik dan beberapa jenis kanker. Tubuh Anda menggunakan keringat untuk menurunkan suhu inti tubuh ketika berada di ambang batas yang disebut zona thermoneutral. Banyak hal dapat mendorong suhu tubuh Anda ke zona tersebut. Mulai dari penggunaan selimut tebal hingga proses peradangan dalam tubuh ketika Anda mengalami infeksi atau sakit. Beberapa penelitian menunjukkan, keringat yang keluar di malam bahwa merupakan mediator peradangan berkala yang melonjak saat malam hari. Terlebih lagi beberapa kondisi lain dapat mempengaruhi sistem saraf simpatik, kelenjar keringat atau faktor-faktor lain yang mempengaruhi kemampuan tubuh untuk mengatur suhu. Dr. Mold menyarankan Anda yang mengalami keringat di malam hari untuk memantau suhu tubuh Anda dua kali sehari selama seminggu untuk mendeteksi jenis demam apapun. Biasanya, berkeringat di malam hari bukan satu-satunya gejala ketika ada sesuatu yang salam dalam tubuh. Tweet Penulis : MTVN Editor : Winarko dibaca : 130888 Kali

Sumber: Lampost.co