Cawali Depok Diserang Spanduk Satu Kelurahan Satu Gereja

Rimanews – Sebulan jelang pemilihan umum kepala daerah Kota Depok, suhu politik memanas. Aksi kampanye hitam semakin nampak di permukaan. Spanduk yang dianggap memfitnah pasangan calon walikota Depok Dimas Oky Nugroho-Babai Suhaimi beredar. Spanduk itu bertuliskan bahwa pasangan Dimas-Babai akan membangun satu gereja di setiap kelurahan. Hal tersebut langsung dibantah oleh tim pemenangan Dimas-Babai, Rudi Setiawan. Baca Juga Ancaman Berbau SARA Menggema di Luar Sidang Ahok Kominfo Janji Tutup Akun Twitter Penyebut Al Quran Kitab Sampah Penulis Buku Ini Sebut Al Quran Kitab Sampah Sebarkan Kebencian Agama, Martien Zeegeer Dicokok Polisi “Kami akan melakukan investigasi terhadap kasus tersebut, dan kami nyatakan di dalam daftar relawan tidak ada yang namanya relawan Pro DB. Tapi bisa saja kemungkinan relawan di tiap-tiap kecamatan seperti halnya relawan pelangi yang ada di wilayah Sawangan-Bojongsari,” ujar Rudi kepada wartawan, Minggu (08/11/2015). Ia menduga, nama relawan Pro DB sengaja diambil untuk menebar fitnah tersebut. Dikatakannya, saat ini relawan yang terdaftar sebagai tim pemenangan DB sebanyak 74 tim relawan se Depok. Dalam daftar itu, lanjutnya, tidak ada yang namanya relawan Pro DB. Kalau pun ada, kata dia, kemungkinan hanya di tingkatan kecamatan namun tidak masuk ke dalam list yang dimilikinya. “Kami akan cari tahu siapa yang membuat spanduk itu. Kalau pun ada, tentu memudahkan kami untuk dimintai keterangan terhadap mereka. Kalaupun tidak, berarti itu benar hanya fitnah dan menukil nama Pro DB,” paparnya. Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa tidak benar dan tidak pernah ada program dari pasangan DB untuk membangun gereja di setiap kelurahan. Yang ada, kata dia, satu kelurahan satu ambulans. “Walaupun sebenarnya tidak bertentangan dengan undang-undang, tapi tidak pernah kami diskusikan berkaitan dengan hal itu. Kami akan laporkan juga kasus ini ke Panwaslu dan pihak kepolisian, katanya. Hal senada juga diungkapkan oleh tim pemenangan DB, Amsori AR. Dikatakannya, spanduk yang telah tersebar itu merupakan bentuk kampanye hitam yang diduga dilakukan oleh pihak-pihak yang sengaja ingin menciptakan kegaduhan dalam proses pilkada. “Kami minta kepada seluruh tim dan para pendukung DB agar tidak terprovokasi sehingga menimbulkan konflik. Kami akan membentuk tim untuk melakukan investigasi ini,” tandasnya. Sementara itu, Andi Sopiandi yang juga merupakan tim LO dari pasangan DB menegaskan tidak ada indikasi keterlibatan dari internal pendukung DB yang melakukan hal itu. “Kami dapat informasi itu dari tim kami yang ada di wilayah Bojongsari, spanduk sengaja disebar di basis pemilih muslim. Kami tegaskan kembali tidak ada program tersebut yang ada program satu kelurahan satu ambulans”, pungkasnya. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Pilkada Depok , Cawali , SARA , Spanduk , politik , Nasional

Sumber: RimaNews