Jepang beri pinjaman ke Burma

Image caption Penghapusan utang dilakukan untuk mempererat perdagangan dua negara. Jepang mengumumkan akan memberikan pinjaman segar kepada Burma dan menghapuskan sisa utang negara tersebut, seiring upaya Tokyo mempererat kerjasama ekonomi. Pengumuman ini dilakukan dalam pertemuan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe dengan Presiden Burma, Thein Sein, dalam kunjungan kenegaraan. Abe berkomitmen untuk memberikan US$500 juta pinjaman baru dan menghapus US$1,74 miliar utang Burma. Pinjaman baru nantinya akan digunakan untuk proyek-proyek pembangunan infrastruktur dan kelistrikan. Para koresponden mengatakan kunjungan Abe ke Burma, merupakan kunjungan resmi pertama perdana menteri Jepang sejak 1977. Hal ini menandakan perbaikan dalam hubungan dua negara yang sudah semakin hangat tersebut. Pada Sabtu (25/05) Abe mengunjungi lokasi proyek pelabuhan dan pusat bisnis yang digarap bersama oleh Jepang dan Burma. Dia juga bertemu pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi. Burma telah mengalami reformasi sejak 2011 lalu. Ratusan tahanan politik telah dibebaskan, dan aturan sensor telah diperlonggar. Hasilnya, Uni Eropa dan AS telah mencopot sebagian besar sanksi terhadap Burma. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, Burma tengah menghadapi masalah kekerasan anti-Muslim yang cukup serius. Berbagi berita ini Tentang berbagi Email Facebook Messenger Messenger Twitter LinkedIn WhatsApp Line div class=”share__back-to-top ghost-column””> Kembali ke atas Berita terkait Presiden Obama puji pemimpin Burma 21 Mei 2013 Presiden Burma bebaskan tapol sebelum ke Amerika Serikat 17 Mei 2013 Tujuh Muslim Burma dipenjara karena kerusuhan 21 Mei 2013 Enam orang didakwa membunuh biksu di Burma 7 Mei 2013 Kekerasan komunal dekati Rangoon 30 April 2013 Marty akan bertemu Menlu Burma bahas pencari suaka 8 April 2013 Berita Majalah lain

Sumber: BBC Indonesia