Ubah Model Ekonomi Jadi Sebab Melambatnya Ekonomi Tiongkok

Rimanews – Perekonomian Tiongkok hanya tumbuh 6,9 persen pada 2015, yang merupakan data pertumbuhan terendah dalam seperempat abad terakhir. Sebagai kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia, data yang dirilis Selasa (19/01/2016) ini adalah sebuah kekhawatiran krusial bagi para investor global. Pertumbuhan kuartal keempat di tahun 2015 juga melambat menjadi 6,8 persen, Biro Statistik Nasional (NBS) mengatakan, terlemah sejak krisis keuangan global. Baca Juga DKI Akan Buat Underpass Mampang Kuningan Raksasa Internet Jepang Investasi Rp 664 Triliun di Amerika Pemerintah Tetapkan Patokan Harga Ayam Para pemimpin Tiongkok sedang mengubah model ekonomi negara itu menjauh dari ekonomi yang didorong oleh investasi dan ekspor di masa lalu menjadi lebih berorientasi pada permintaan konsumen. Transformasi struktural itu masih terus berlangsung. NBS menyebut peristiwa ini sebagai “periode penting yang di dalamnya berbagai tantangan perlu diatasi dan masalah-masalah harus diselesaikan serta tugas reformasi komprehensif mendalam masih berat.” Angka 2015 itu jauh di bawah pertumbuhan 7,3 persen yang tercatat pada 2014. Sektor jasa Tiongkok menyumbang 50,5 persen dari PDB pada 2015. Produksi industri Tiongkok, naik 5,9 persen pada Desember, turun dari 6,2 persen pada November. Penjualan ritel, indikator kunci dari pengeluaran konsumen, meningkat 11,1 persen pada Desember, sementara investasi aset tetap, ukuran pengeluaran infrastruktur, meningkat 10,0 persen di tahun lalu. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Ekonomi Tiongkok , bisnis , Ekonomi

Sumber: RimaNews