Lokomotiv Moskwa dan Misi Mengejar CSKA

Lokomotiv yang selama ini dikenal dibentuk oleh jawatan pekerja kereta api di sekitar Moskow di tahun 1936 ternyata dibentuk 13 tahun sebelumnya. Sebelum bernama Lokomotiv, klub ini didirikan dengan nama Kazanka mengingat dibentuk oleh pekerja rel kereta api jalur Moskow-Kazan yang telah eksis sejak 1893. Nama Lokomotiv disandang klub ini sejak 1936 dan bertransformasi menjadi salah satu kekuatan tradisional di persepakbolaan Rusia bersama empat klub Moskow lainnya, Spartak, Dinamo, CSKA , dan Torpedo.
Meskipun sering disebut sebagai saudara muda karena tidak pernah sekalipun juara Liga Primer Soviet, Lokomotiv tetap merupakan klub yang disegani di Uni Soviet dan kerap kali membuat jengkel klub-klub kuat dari Ukraina seperti Dynamo Kyiv dan Dnipro. Piala Rusia edisi 1995/1996 menjadi gelar pertama Lokomotiv pasca diintroduksinya sistem Liga Rusia di tahun 1992. Sementara itu, setelah menunggu hampir 80 tahun, di bawah ketelatenan Yuri Semin, Lokomotiv akhirnya pecah telur dengan menjuarai Liga Rusia musim 2002. Dua tahun kemudian kembali skuad binaan Semin mejuarai liga level tertinggi di Rusia untuk kedua kalinya. Di tangannya pulalah Lokomotiv sempat 2 kali menembus babak semifinal Piala Winners.

Usai mengantarkan Lokomotiv merengkuh gelar jawara Rusia untuk kedua kalinya dalam sejarah klub, Semin resmi digantikan oleh Vladimir Eshtrekov. Bersama Eshtrekov, Lokomotiv gagal mempertahankan gelar juara sekaligus harus menyerahkan mahkota kepada CSKA Moskwa yang juga menjadi juara Piala UEFA musim itu. Lokomotiv yang jatuh ke posisi 3 kemudian memutuskan untuk mengganti pelatih kepala dengan talenta Serbia, Slavoljub Muslin.
Rupanya pendekatan yang dilakukan Muslin tidak begitu cocok dengan Lokomotiv, penampilan buruk di setengah musim serta tersingkirnya klub ini dari ajang UCL di babak kualifikasi ketiga merupakan dasar yang cukup bagi manajemen untuk memberhentikannya serta memilih Oleg Dolmatov sebagai pengisi kursi panas di Cherkizovo. Menjalankan misi yang nyaris mustahil, Dolmatov berhasil mendorong Lokomotiv naik hingga posisi 3 klasemen di akhir musim dan berhak untuk tampil di Piala UEFA musim 2007/08.
Dolmatov yang mundur di akhir musim memberikan jalan yang mulus bagi Anatoly Byshovets untuk kembali meebut trofi Piala Rusia. Bermaterikan pemain berpengalaman sekelas Dmitry Sychev dan Dmitry Loskov, Byshovets berhasil memulangkan Dinamo Moskwa dan Spartak Moskwa di babak perempat final dan semifinal secara berurutan. Di babak final, penampilan gelandang Skotlandia, Garry OConnor memberi perbedaan berarti. Gol semata wayangnya di masa tambahan 2×15 menit menjauhkan genggaman tangan FK Moskwa atas trofi yang diidamkan.
Masuknya Olga Smorodskaya di awal musim 2010 dianggap sebagai tanda kebangkitan oleh para fans. Smorodskaya kembali memberikan mandat kepada pelatih legendaris, Yuri Semin, untuk melanjutkan komandonya atas skuad Merah-Hijau di musim 2010. Dmitri Tarasov, Magomed Ozdoev, dan Oleksandr Aliev kemudian mengikat kontrak di bawah naungan Semin. Menjelang dimulainya putaran kedua, Semin memutuskan untuk memanggil pulang pemain kesayangannya, Dmitry Loskov, yang sedang diikat kontrak dengan Saturn Ramenskoye.
Sayang, masih jauh panggang dari api. Skuad binaan Semin hanya bisa finis di peringkat 5. Belum lagi dengan penampilan buruk Loko di ajang Piala Rusia; pasca menjadi juara untuk keempat kalinya di tahun 2007, Lokomotiv selalu dipulangkan tim-tim dari divisi bawah di babak 32 besar. Hal ini diperparah dengan saudara jauhnya yang bermarkas di Leningrad Prospekt ditahbiskan sebagai tim dengan gelar juara Piala Rusia terbanyak usai 2 gol Seydou Doumbia membungkam fans Alania Vladikavkaz di final Piala Rusia 2010/11. Sang rival, CSKA, menjadi kolektor gelar Piala Rusia paling banyak, dengan 6 gelar di tangan.
Smorodskaya yang enggan menggelontorkan dana untuk transfer menjadi bulan-bulanan fans Lokomotiv. Para fans menyerukan mundurnya Smorodskaya dari jabatannya selaku presiden klub plat merah ini. emosi suporter sedikit mereda ketika di bawah kepelatihan Leonid Kuchuk, Lokomotiv kembali masuk ke jajaran klub elit Rusia. Di musim 2013/14 Lokomotiv berhasil mengakhiri musim dengan menduduki anak tangga ketiga. Memanfaatkan pemain obralan Anzhi Makhachkala seperti Arseniy Logashov, Mbark Boussoufa, dan Lassana Diarra, Lokomotiv berhasil menempel ketat Zenit di peringkat kedua dan jauh meninggalkan Dinamo dengan selisih 7 poin di posisi 4.

Butuh satu musim lagi untuk Lokomotiv agar dapat memperkecil jarak dengan saudara tuanya dalam perebutan Piala Rusia. Musim 2014/15 bukan musim yang bersahabat bagi si Merah-Hijau. Hasil buruk di liga memaksa Kuchuk meninggalkan posnya lebih awal. Miodrag Boovi yang ditunjuk di kemudian hari pun tak dapat berbuat banyak. Lokomotiv merupakan penghuni tetap papan tengah. Namun meskipun penampilan Loko turun jauh dibanding musim sebelumnya, pelatih interim Igor Cherevchenko berhasil membawa Lokomotiv menuju laga final Piala Rusia ketujuh mereka. Melalui perjalanan berliku kontra Sibir dan Ufa, kini giliran Rubin dan Gazovik Orenburg yang dipulangkan usai kalah adu penalti melawan kekokohan Guilherme di bawah mistar Loko.
Tertinggal 0-1 di babak pertama dari Kuban melalui gol Vladislav Ignatiev, Oumar Niasse menjadi penyeimbang kedudukan usai mencetak gol di menit 74. Di waktu tambahan, giliran pemain muda potensial, Aleksey Miranchuk serta Mbark Boussoufa yang menunjukkan tajinya. Berbekal skor 3-1, Lokomotiv secara resmi menggenggam trofi Piala Rusia ke-6.
Usai mundurnya Olga Smorodskaya di bulan Agustus silam, Ilya Gerkus yang ditunjuk menjadi presiden klub memilih menyerahkan kembali kursi panas kepelatihan kepada Yuri Semin dengan harapan menghadirkan kembali kejayaan Lokomotiv yang pernah ada. Sejauh ini, Semin belum menunjukkan penampilan terbaiknya. Lokomotiv berada di posisi 10 dari 16 peserta RFPL dengan koleksi 23 poin hasil 5 kemenangan dan 8 hasil seri.
Secara matematis, masih mungkin bagi anak asuh Semin untuk berjuang merebut gelar Liga Primer, namun lolos ke zona Europa League merupakan target yang lebih realistis. Sementara menjadi juara Liga Primer merupakan hal yang susah, di ajang Piala Rusia, Lokomotiv hanya membutuhkan kemenangan di 3 laga tersisa. Laga terdekat adalah kontra FK Tosno di kandang. Setelah itu FK Ufa atau Anzhi, atau Rubin maupun Krasnodar boleh jadi menjadi lawan bagi skuad Semin. Itu semua demi 1 hal: mengejar gelar CSKA!

qhddwhy.com keluaran togel hari ini Sumber: Supersoccer.co ID