Ini Negara dengan Tingkat Kebotakan 42,79%

RIMANEWS- Barangkali Anda pernah diam-diam bertanya dalam hati, negara manakah dengan kobatakan paling banyak di dunia. Pertanyaan Anda tersebut secara akurat sudah dijawab oleh hasil riset Trip Advisor Japan. Survei yang dilakukan pada tahun 2011 oleh Trip Advisor Japan menunjukkan bahwa pria Jepang mengalami kebotakan berpola terparah dibanding negara lainnya di Asia. Meski begitu, menurut data yang dilansir Trip Advisor Japan, jumlah kasus kebotakan terbesar ditemukan di Eropa. Republik Ceko berada di posisi teratas dalam survei tersebut, dengan perkiraan 42,79 persen pria Ceko mengalami kasus kebotakan berpola atau gundul. Sebagaimana dilansir rocketnews24, seorang ahli rambut dan kulit kepala mengatakan bahwa faktor utama terjadinya penipisan rambut pada pria Ceko adalah konsumsi daging yang berlebihan dan kurangnya asupan sayuran setiap hari. Kecenderungan pria Ceko untuk makan makanan kaya natrium juga memperbesar risiko kebotakan. Baca Juga Joey Alexander Kembali Masuk Nomine Grammy Harris J Raih Platinum Award Rambut Dipotong Pendek, Dian Sastro Mirip Nike Ardila Negara di Eropa mendominasi 10 peringkat teratas dalam survei yang dilakukan oleh Trip Advisor Japan tersebut, dengan Republik Ceko menduduki posisi teratas (42,79 persen) disusul Spanyol (42,60 persen), Jerman (41,24 persen), Prancis (39,24 persen), dan Inggris (39,23 persen) yang berada di lima besar. Sementara itu, Amerika Serikat berada di urutan keenam (39,04 persen) dan Kanada di nomor 10, dengan 37,42 persen pria Kanada mengalami kasus kebotakan. Dibanding dengan Eropa, kulit kepala pria Asia masih lebih sehat karena tidak ada negara di Asia yang muncul di urutan 13 besar. Dalam survei ini, Jepang muncul di urutan ke-14 dengan 26,78 persen atau sekitar 13 juta pria dewasa di Jepang mengalami kasus kebotakan. (rim/mer) Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Life Style , Kebotakan , Trip Advisor Japan , Life Style , Kebotakan , Trip Advisor Japan , Life Style , Kebotakan , Trip Advisor Japan

Sumber: RimaNews