Eksekusi atas tujuh pria di Arab Saudi dilaksanakan

Image caption Para staf ahli PBB menyatakan kekhawatiran bahwa pengadilan tidak berjalan seimbang. Tujuh pria sudah dieksekusi di Arab Saudi walaupun ditentang oleh para staf ahli PBB dan para pegiat HAM internasional. Mereka dijatuhi hukuman mati pada tahun 2009 karena terbukti bersalah mengatur sebuah kelompok penjahat, melakukan perampokan bersenjata, dan menyerbu toko permata pada tahun 2005. Seorang saksi mata mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa ketujuh terpidana itu ditembak mati di depan umum di Abha, di wilayah selatan negara itu. Pernyataan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi yang dimuat di kantor berita resmi SPA, Rabu 13 Maret, hanya menyebutkan hukuman mati sudah dilaksanakan namun tidak disebutkan cara eksekusinya. Sehari sebelumnya (12/03), sekelompok staf ahli PBB mendesak Arab Saudi agar tidak meneruska eksekusi hukuman mati tersebut. Mereka mengungkapkan keprihatinan bahwa dakwaan atas Sarhan al-Mashaikh, Saeed al-Zahrani, Ali al-Shahri, Nasser al-Qahtani, Saeed al-Shahrani, Abdul Aziz al-Amri, dan Ali al-Qahtani dibuat-buat. Pengadilan tidak seimbang Dalam seruannnya, para ahli PBB itu juga menyatakan bahwa pengadilan atas mereka tidak berjalan dengan seimbang. Penyidik khusus PBB untuk penyiksaan, Juan Mendez, menambahkan kekhawatiran atas dugaan ketujuh pria itu mendapat perlakuan buruk dan disiksa selama ditahan serta dipaksa menandatangani pengakuan. Sepekan sebelumnya, Amnesty International dan Human Right Watch juga sudah mengungkapkan keprihatinan atas pengadilan terhadap ketujuh pria tersebut. Sepanjang tahun 2012, sedikitnya 69 orang sudah dieksekusi di Arab Saudi. Selasa 12 Maret, Raja Abdullah memberikan tambahan waktu tiga bulan kepada seorang pekerja asal Filipina untuk mengumpulkan uang darah agar dia bebas dari eksekusi hukuman mati. Berbagi berita ini Tentang berbagi Email Facebook Messenger Messenger Twitter LinkedIn WhatsApp Line div class=”share__back-to-top ghost-column””> Kembali ke atas Berita terkait Eksekusi pekerja Filipina di Arab Saudi ditunda 12 Maret 2013 Dua aktivis HAM Saudi dihukum penjara 9 Maret 2013 Saudi diminta batalkan eksekusi 5 Maret 2013 Kisruh PRT, Arab Saudi tarik duta besar 20 Februari 2013 Arab Saudi hukum mati PRT Sri Lanka 9 Januari 2013 Perempuan Saudi menjadi anggota Dewan Syariah 11 Januari 2013 Perempuan Saudi dipantau melalui SMS 24 November 2012 Berita Dunia lain

Sumber: BBC Indonesia