Jaksa Sita Uang Rekening Udar Pristono Rp800 Juta

Rimanews – Jaksa penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita barang bukti uang Rp800 juta dari rekening Udar Pristono. Penyitaan uang mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta itu terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) perkara pengadaaan bus Tranjakarta tahun 2012 dan 2013. “Barbuk (barang bukti)-nya sudah ada yang disita Rp800 juta lebih,” kata pelaksana tugas (Plt) Jaksa Agung Andhi Nirwanto, kepada wartawan, di Kejagung, Jakarta, Jumat (31/10). Baca Juga Komisi XI: Ekonomi Mandiri Hindari Penguatan Mata Uang Asing Tolak Dolar, Jokowi Pilih Yuan untuk Nilai Tukar Rupiah Jokowi Kaget Lihat 445 Kilogram Sabu Presiden: Amnesti Pajak Tahap Satu Tersukses di Dunia Jokowi Akui Daya Saing Indonesia Masih Kalah dengan Negara ASEAN Selain uang ratusan juta milik Udar, penyidik tengah menelusuri aset harta bergerak dan tidak bergerak lainnya untuk dijadikan barang bukti. “Masih dalam proses penyidikan (TPPU), sedangkan aset lainnya sedang ditelusuri semuanya,” imbuh Andhi. Sebelumnya penyidik menyita bangunan berupa kondotel di Bali milik Udar. Diduga bangunan itu berasal uang hasil korupsi pengadaan busway pada 2012 dan pengadaan busway pada 2013. “Kondotel itu dibeli dari uang korupsi. Itu termasuk tindak pidana pencucian uang,” kata Kasubdit Pidsus, Kejagung Sarjono Turin awal Oktober lalu. Bekas anak buah Joko Widodo saat menjabat Gubernur DKI Jakarta, selain disangkakan kasus dugaan korupsi, Udar juga diduga melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : korupsi busway , Jokowi , Udar Pristono , hukum , Nasional

Sumber: RimaNews